oleh

Diskusi Jawab Keraguan Tentang Caleg Anak Pejabat, Menarik Perhatian Publik

SUARA-MERDEKA, BONE – Diskusi publik yang dihelat www.suara-merdeka.com dalam menjawab keraguan publik tentang caleg anak pejabat di Kabupaten Bone berlangsung alot dan hangat. Diskusi yang digelar di Cafe Magaya, Jalan Ahmad Yani Watampone, Sabtu (26/1/2019), dengan relatif waktu yang dianggap kurang namun sangat menarik perhatian publik.

Diskusi publik yang diprakarsai oleh Alfian T Anugerah dan Bakhtiar Parenrengi ini untuk menjawab sejumlah pertanyaan keraguan yang sering muncul di media sosial (medsos) terkait kualitas dan kapasitas serta kompetensi calon legislatif (caleg) anak pejabat.

“Makanya kami berusaha mengundang semua caleg anak pejabat yang bertarung untuk Legislatif Kabupaten Bone untuk memberikan ruang kepada mereka (caleg anak pejabat) guna menjawab tantangan dan keraguan tersebut,” tegas Alfian.

Sejumlah caleg anak pejabat pun hadir pada diskusi publik tersebut namun ada pula yang tidak hadir. Adapun yang hadir, Rismono Sarlim, Ade Fery Afrizal Ambo Dalle dan Rangga.

Rismono Sarlim (anak Kadisdik) Kabupaten Bone, H Rosalim, yang merupakan incumbent yang bertarung di daerah pemilihan (dapil) satu (1) Kabupaten Bone, dari partai Hanura, yang hadir pada diskusi tersebut, mengatakan, kalau dari topik diskusi tersebut, dirinya merasa ada diskriminasi/diksriminatif kalau dikatakan caleg anak pejabat karena tidak ada pejabat yang pernah ikut bersamanya karena ada regulasi yang mengatur tentang pejabat.

“Membawa nama orang tua sebenarnya menjadi beban bagi saya. Ini panggung untuk kita bahwa kita tidak berada dibawah ketiak orang tua. Intinya, bagaimana kita memahami fungsi hak tugas dan tanggungjawab Legislatif itu yang harus difahami untuk menjadi caleg berkualitas. Kemudian regulasi terkait pejabat atau ASN sangat jelas bahwa tidak boleh terlibat politik,” jelasnya.

Ia pun berharap agar kegiatan diskusi publik semacan ini agar dilaksanakan pula di tempat atau dapil lainnya agar tidak ada anggapan dikotomi.

Baca Juga :  Rapat Kerja Senat Akademik Unhas di Bone, Fahsar: Saya Sangat Senang

Sedangkan, Ade Fery Afrizal Ambo Dalle, anak Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle, caleg dari partai Golkar, justru mengatakan, lihat track record caleg tersebut. Ia pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya kepada pemilih agar berani menilai semua caleg dan tidak mendiskriminasi para caleg karena masyarakat memiliki hak untuk memilih dan menilai para caleg. Olehnya itu, masyarakat yang harus punya referensi untuk menilai caleg.

“Lihat track record caleg tersebut. Saya sudah pernah melakukan perancangan regulasi, bahkan saya pernah memberikan materi terkait hal itu pada sejumlah anggota DPRD Bone. Mungkin kinerja saat ini belum memuaskan karena kualitas SDM belum memenuhi standar, makanya masyarakat yang harus punya referensi untuk menilai caleg.” jelasnya.

Sementara itu, Rangga, caleg dari PPP, anak Sekwan DPRD Kabupaten Bone HM Ridwan, menjelaskan bahwa lihatlah bagaimana dia bersosialisasi di masyarakat, apakah dia bersama orang tuanya atau tidak.

“Masyarakat harus menilai apakah anak pejabat yang caleg saat sosialisasi didampingi oleh orang tuanya, dan apakah caleg tersebut memang mengetahui fungsi Legislatif itu sendiri. Jadi caleg terpilih bukan dari anak pejabat atau tidaknya, tetapi ia terpilih atau tidak terpilih tergantung pemilihnya,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *